Search something?

Jumat, 27 Februari 2015

Hati

Uuiii, Mindi!

Apa kabar? Masih sibuk dengan persiapan pernikahan, ya? Tetap ingat istirahat dan makan secukupnya biar sehat :)

Kita ini disebut apa, sih? Teman, tapi sering ancam-ancaman. Sahabat, tapi suka tersenyum jahat. Musuh, tapi kangen pas jauh. Memang kalau sendiri seperti ini, rasanya bagai pecel tanpa sambel.

Kata Alda Risma, aku tak biasa bila tiada kau di sisiku, aku tak biasa bila ku tak mendengar suaramu. Tidak ada lagi sosok yang bisa mengiris bawang putih. Tidak ada lagi bau-bau semerbak dan bunyi-bunyi semarak. Bau dan bunyi kentut :)

Kata Rumor, aku tanpamu butiran debu. Jadi terharu dan tersedu-sedu. Huhuhu.


Sebelum kita menuntaskan sekolah di Taiwan ini. Sebelum aku sibuk dengan berbagai kompetisi dan pekerjaan. Sebelum kamu menjadi istri yang baik untuk Joanito, si orang Spanyol itu. Sebelum semua terjadi, nah aku kirimkan sepucuk surat nasehat. Nasehat yang mungkin membuatmu entah lebih tersesat atau lebih bersemangat.

Jangan menguap dulu, ya! :)

Jadi begini, tentang hati memang harus hati-hati. Konon ada tertulis empat hal soal hati dalam amsal.

Hati yang gembira adalah obat yang manjur.
Hati yang gembira membuat muka berseri-seri.
Hati orang berpengertian mencari pengetahuan.
Hati orang benar menimbang-nimbang jawaban.

Ya, begitulah. Hari-hari kita sering diwarnai kegembiraan. Tertawa, karena tingkah konyol teman-teman sekamar. Tertawa, ada truk yang kelebihan muatan. Tertawa, walau kasus-kasus khusus menambah beban studi. Tertawa, dengan permintaan foto kepada romo.

Segembira itulah kita. Itulah mengapa muka kita selalu berseri-seri seperti si Peggy Melati Sukma. Sesekali boleh bersedih dan terpuruk. Tapi, sekali-kali jangan sampai ambruk tak berbentuk.

Jadilah kawan, sahabat, pasangan, belahan jiwa yang selalu gembira sehingga senyummu terbit di langit kamar dan hatimu sendirilah yang menjadi obat manjur bagi pujaan hati dan keluargamu.

Oiya, kamu pernah membaca penelitian kalau bau kentut itu bisa mencegah kanker. Wah, benarkah itu? Biasanya kita tertawa bangga setelah kentut. Berarti kentut membuat gembira, dan gembira ini obat yang manjur. Premis satu dan premis dua disimpulkan menjadi kentut adalah obat yang manjur. Merujuk pada hasil temuan ilmiah, maka bau kentut yang tidak enak ini lebih manjur daripada puyer anti kanker yang rasanya sungguh tidak enak. Eh, gimana? :)

Hati yang gembira saja tidak cukup. Hati perlu mengerti, memberi jawab. Meski sadar kalau otak kita cekak, tapi pengertian kita bisa lebih bijak, terutama jika terdesak.

Bijak. Seperti waktu membuat resep masak. Seperti waktu merinci pengeluaran dan pemasukan. Seperti waktu menjadi panitia pelantikan. Seperti seluruh waktu yang sudah berlalu.

Pribadi yang mengerti. Yang memberi. Yang bijak. Dalam semua hal, kecil, sedang, dan besar. Semoga seperti itu jugalah kamu nanti dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Dan ingat, sebelum menuju altar perjanjian, carilah pengetahuan dan jawaban dari masalah-masalah yang kamu tuliskan di proposal penelitian tesis itu. Pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan. Jawaban yang benar.

Cepat tuntaskan! Jangan segan dan sungkan! Aku pun segera menyelesaikan naskah akhirku. Kita harus lulus bersama. Kita harus foto bareng di atas bukit Gongzhiliao Fort dengan baju wisuda. Kita harus bersama-sama menebarkan bau harum untuk kampus kita, bukan bau kentut :)

Itu semua hanya bisa terlaksana dengan hati yang mengerti dan memberi. Ikhlas dan kerja keras dengan gembira.



Tak usah ku takut, Allah penjagaku. Tak usah ku bimbang, Yesus peliharaku.
Tak usah ku susah, Roh Kudus hiburku. Tak usah ku cemas, Dia memberkatiku.
El Shadai, Allah maha kuasa. Dia maha besar. El Shadai mulia.
El Shadai, berkat-Nya melimpah.


Dadah-dadah sambil nyanyi-nyanyi,
Aku


4 komentar:

Rotua Zendrato mengatakan...

kata kentut diulang 7 kali di blog kali ini... kentut jadi momentum kalian sial.. ga ada lagi yang lain selain ini.?

selain buang ingus sembarangan adalah hal yang paling menjijikan buat ku ditaiwan ini,
mendengar dan mencium kentut2 ka tika yang bertebaran dimana2 adalah salah satu yang buatku tertegun tanda tk rela menghirup nya..

Kartika Paramita Klara mengatakan...

Hahaha, ini tinggal menunggu Mindia membaca surat ini. Pasti dia akan terkentut-kentut, heheee.

Tongs mengatakan...

astagaaaaaaa, aib dibuka2, kentut diomongin terus.. dasar lo mak.. kentut aja bisa dibikin puitis, wakaka.. emang tu rotua, ka tika mu gile kentut, hati2 kalo di deketnya trus dia diem aja kayak bengong, bisa jadi lagi konsen mau kentut itu, kyk dulu waktu aku di bus sama dia :P

Kartika Paramita Klara mengatakan...

Tidak ada wewangian yang lebih wangi daripada yang dari Tuhan, Allah, El Shadai.